Interaksi Sebagai Tanda

Banyak orang Kristen merasa telah menemukan Tuhan karena telah melakukan hukum-hukum yang Allah berikan.

Hukum-hukum tersebut terdapat dalam Alkitab yang mengacu pada pemberian Sepuluh Perintah Allah. Seakan-akan pertemuan umat dengan Allah dapat terjadi melalui media melakukan hukum tersebut. Pola keberagamaan seperti itu adalah pola keberagamaan standar yang ada pada semua agama.

Pada umumnya agama-agama di dunia memiliki hukum-hukum yang harus dikenakan umat. Melaluinya umat dapat memiliki ikatan dengan ilah atau dewa yang disembah. Agama tanpa hukum tidak dianggap sebagai agama yang berkualitas tinggi. Menurut banyak orang, justru hukum suatu agama menentukan kualitas agamanya. Semakin hukumnya dirasa berat dan dapat menampilkan sosok-sosok orang “saleh”, maka mereka merasa agama tersebut lebih benar atau paling benar.

Tidak heran kalau banyak umat berusaha menunjukkan kesalehannya di mata manusia melalui berbagai penampilan lahiriahnya.

Memang tidak bisa dihindari, pola keberagamaan diberlakukan atas bangsa Israel, sebab bangsa tersebut adalah bangsa yang tidak berbudaya; mereka menjadi budak selama 430 tahun di Mesir.

Ini adalah masa yang sangat panjang, sebab bisa meliputi enam sampai tujuh generasi. Sebagai bangsa budak mereka tidak memiliki hukum, hidup mereka tidak tertib dan tidak mengenal Allah. Itulah sebabnya ketika Musa memperkenalkan Allah Abraham, Ishak dan Yakub, mereka bisa mempertanyakan siapa nama Allah tersebut.

Untuk menjadikan mereka bangsa yang beradab dan tertib, mereka harus diberi hukum (Torat). Hukum bukanlah media yang ideal untuk mengikat hubungan Allah dengan umat.

Kekristenan bukanlah agama hukum. Dalam Injil tidak terdapat syariat atau hukum yang mengatur secara detail kehidupan umat seperti yang terdapat dalam agama lain. Kekristenan adalah jalan hidup, dimana umat diajar untuk mengenal kebenaran.

Pengenalan yang memadai terhadap kebenaran akan memberikan kecerdasan roh. Kecerdasan inilah yang memungkinkan seseorang bisa mengerti kehendak Allah. Dengan demikian orang percaya prinsipnya adalah “Tuhan adalah hukumku”. Dengan melakukan kehendak Allah seseorang berinteraksi dengan Dia.

Ini adalah interaksi yang sangat pribadi. Dari hal inilah seseorang baru dapat dikatakan sebagai telah menemukan Tuhan. Amin Selamat Pagi Dan Beraktifitas (truth)

Tuhan Yesus Memberkati Shalom.

IMG_2099.JPG

Memenangkan Jiwa Bagi Tuhan

Memenangkan Jiwa Bagi Tuhan Yesus

Keselamatan Itu Ada Di Dalam Seorang Pribadi
Satu-satunya kebenaran yang harus diyakinkan seyakin-yakin-nya dalam hati dan pikiran seorang pemenang jiwa ialah bahwa Yesus Kristus bukan suatu doktrin atau asas pelajaran. Tuhan Yesus adalah seorang Pribadi yang hidup, yang tidak dapat ditahan oleh kubur, dan dan yang pada sekarang hidup dan menunggu kesediaan manusia untuk mengadakan pertemuan secara pribadi dengan Dia.image

Mungkin seorang percaya akan Alkitab dari halaman pertama sampai yang terakhir, tetapi ia tidak memperoleh keselamatan, sebab keselamatan itu ada di dalam Pribadi Yesus Kristus dan bukan di dalam sebuah kitab, Alkitab sekalipun. Orang harus bertemu dengan Kristus dari Alkitab itu dan menerima Dia ke dalam hatinya. Jika tidak demikian, maka yang diperolehnya tidak banyak berbeda dengan agama-agama lain di dunia ini. Peristiwa pertemuan dan penerimaan secara pribadi inilah yang membedakan kekristenan dengan agama-agama yang lain.

Inti Pelayanan Mengesankan bahwa gereja adalah ruang pertemuan satu-satunya dengan Tuhan adalah kesalahan yang sudah sedemikian sistimatis dan masif sehingga sukar sekali untuk diubah, untuk membawa orang percaya kepada kekristenan yang sejati.  Kekristenan yang sejati adalah mengenakan pikiran dan perasaan Kristus dan hal itu terekspresi dalam tindakan konkrit kepada semua orang di sekitar kita.  Ruang pertemuan kita dengan Tuhan juga adalah lokasi dimana kita menolong orang yang membutuhkan keselamatan yaitu dihindarkan dari api kekal dan diperkenan masuk langit baru dan bumi yang baru.  Merekalah yang termasuk dalam saudara kita yang paling hina (Mat. 25:40). Cara berpikir yang salah telah menenggelamkan banyak orang Kristen untuk hidup bagi dirinya sendiri, tetapi mereka merasa bahwa mereka telah melayani Tuhan yaitu dengan ada dalam kegiatan pelayanan gereja.  Padahal inti pelayanan pada dasarnya adalah bagaimana orang di sekitar kita dibawa ke langit baru dan bumi yang baru.  Pada akhirnya usaha menyelamatkan jiwa-jiwa atau menolong sesama kita yang paling hina bukanlah sebagai kewajiban tetapi beban dan irama jiwa kita yang mengalir dengan sendirinya. Hal ini terjadi seiring dengan karakter Kristus yang semakin menguasai diri seseorang.  Irama pelayanan seperti ini yang benar dan murni. Pastilah mereka yang melayani dengan cara demikian tidak memperhatikan upah dalam bentuk apa pun.  Baginya yang penting menyelesaikan tugas sampai menutup mata. Mereka akan berusaha memaksimalkan potensi untuk dapat menjadi efektif bagi pekerjaan Tuhan.  Oleh sebab itu kita harus memiliki sesuatu untuk dapat dijadikan sarana dalam pelayanan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan. Kalau kita tidak memiliki apa-apa maka kita tidak berguna. Dengan demikian mengembangkan potensi sehingga memiliki tubuh yang sehat, ekonomi yang baik dengan hikmat dan kecerdasan akan membuat seseorang efektif bagi Tuhan adalah bagian dari pelayanan.  Kalau orang Samaria yang murah hati tidak memiliki kemampuan (kekayaan dan fasilitas lainnya), maka walaupun ia murah hati ia tidak bisa berbuat apa-apa.  Hendaknya kita tidak merasa telah ikut serta dalam pelayanan untuk memindahkan manusia ke langit baru dan bumi yang baru, sementara potensi yang digunakan hanya beberapa persen saja.  Padahal yang Tuhan kehendaki adalah segenap hati, jiwa dan akal budi. Yang Percaya Katakan AMIN, (truth-media) Tuhan Yesus Memberkati Shalom.

Inti Pelayanan
Mengesankan bahwa gereja adalah ruang pertemuan satu-satunya dengan Tuhan adalah kesalahan yang sudah sedemikian sistimatis dan masif sehingga sukar sekali untuk diubah, untuk membawa orang percaya kepada kekristenan yang sejati.
Kekristenan yang sejati adalah mengenakan pikiran dan perasaan Kristus dan hal itu terekspresi dalam tindakan konkrit kepada semua orang di sekitar kita.
Ruang pertemuan kita dengan Tuhan juga adalah lokasi dimana kita menolong orang yang membutuhkan keselamatan yaitu dihindarkan dari api kekal dan diperkenan masuk langit baru dan bumi yang baru.
Merekalah yang termasuk dalam saudara kita yang paling hina (Mat. 25:40). Cara berpikir yang salah telah menenggelamkan banyak orang Kristen untuk hidup bagi dirinya sendiri, tetapi mereka merasa bahwa mereka telah melayani Tuhan yaitu dengan ada dalam kegiatan pelayanan gereja.
Padahal inti pelayanan pada dasarnya adalah bagaimana orang di sekitar kita dibawa ke langit baru dan bumi yang baru.
Pada akhirnya usaha menyelamatkan jiwa-jiwa atau menolong sesama kita yang paling hina bukanlah sebagai kewajiban tetapi beban dan irama jiwa kita yang mengalir dengan sendirinya. Hal ini terjadi seiring dengan karakter Kristus yang semakin menguasai diri seseorang.
Irama pelayanan seperti ini yang benar dan murni. Pastilah mereka yang melayani dengan cara demikian tidak memperhatikan upah dalam bentuk apa pun.
Baginya yang penting menyelesaikan tugas sampai menutup mata. Mereka akan berusaha memaksimalkan potensi untuk dapat menjadi efektif bagi pekerjaan Tuhan.
Oleh sebab itu kita harus memiliki sesuatu untuk dapat dijadikan sarana dalam pelayanan menolong mereka yang membutuhkan pertolongan. Kalau kita tidak memiliki apa-apa maka kita tidak berguna. Dengan demikian mengembangkan potensi sehingga memiliki tubuh yang sehat, ekonomi yang baik dengan hikmat dan kecerdasan akan membuat seseorang efektif bagi Tuhan adalah bagian dari pelayanan.
Kalau orang Samaria yang murah hati tidak memiliki kemampuan (kekayaan dan fasilitas lainnya), maka walaupun ia murah hati ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Hendaknya kita tidak merasa telah ikut serta dalam pelayanan untuk memindahkan manusia ke langit baru dan bumi yang baru, sementara potensi yang digunakan hanya beberapa persen saja.
Padahal yang Tuhan kehendaki adalah segenap hati, jiwa dan akal budi. Yang Percaya Katakan AMIN, (truth-media) Tuhan Yesus Memberkati Shalom.

Agama-agama di dunia ini mempunyai suatu persamaan. Orang-orang diminta supaya menerima doktrin-doktrin atau asas-asas pelajaran, meyakini cara-cara dan jalan kehidupan, dan pada hakekatnya yang dikehendaki agama ialah supaya orang Percaya Sesuatu; sedangkan yang dikehendaki firman Allah ialah supaya orang MENERIMA SEORANG PRIBADI. Betapa besar bedanya “percaya sesuatu” dengan “menerima seorang Pribadi”.
Dimanakan letak perbedaannya ? Yang pertama adalah suatu pikiran atau pendapat dan yang kedua adalah suatu pengalaman.

Jika hidup itu ada di dalam Yesus Kristus sebagaimana dinyatakan di dalam Yohanes 14:16, maka sesungguhnya hanya ada satu jalan: Seorang harus memiliki Yesus Kristus secara pribadi supaya diselamatkan.

Ayat pendukung (1Yoh 5: 11-12).
“Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”
Memenangkan Jiwa Bagi Yesus Berarti Memperkenalkan Orang Kepada Yesus
Seseorang harus bertemu dahulu dengan Kristus untuk dapat menerima Dia. Tugas kita-lah yang sudah mengenal Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita yang harus memperkenalkan Dia. Memperkenalkan Tuhan Yesus sama dengan cara kita memperkenalkan orang apabila seorang bertemu dengan seorang lain, hanya terdapat perbedaan bahwa orang yang akan kita perkenalkan tersebut tidak dapat merasakan genggaman tangan dalam berjabat tangan, atau mendengar suara (perkataan) apabila berbicara dengan Tuhan Yesus, sebab kini Ia tidak bekerja dalam tubuh yang kelihatan di tengah-tengah kita.

Ia datang kepada kita sekarang sebagai ROH yang hadir di segala tempat supaya kita dapat menerima Dia dengan sesungguhnya. Hanya dengan demikian, yaitu di dalam ROH, kita semua dapat memiliki Dia dengan sepenuhnya. Keadaan ini seakan-akan menjadikan hal memperkenalkan itu agak sukar, tetapi ada pertolongan bagi kita.

Bukan kepandaian berbicara, bukan kecakapan dalam peragaan ataupun ilmu jiwa yang menjadikan Kristus nyatabagi setiap orang. Hanya Roh Kudus yang dapat mewujudkan hal ini di dalam diri seseorang, maka hendaknya si pemenang jiwa harus tetap pada kedudukannya sebagai orang yang memperkenalkan dan menyerahkan hal ini kepada Roh Kudus. Roh Kudus pasti tidak akan gagal dalam hal ini. Roh Kudus akan meyakinkan orang tersebut, bahwa Yesus sedang berada bersama anda.

Selalu ada tanggapan sesaat setelah perkenalan itu terjadi. Roh Kudus memperhatikan hal ini. Keputusan yang diambil, apakah keputusan untuk menerima Kristus atau untuk menolak Dia,membuktikan kehadiran_nya.

Anda Memerlukan Suatu Rencana
Setiap usaha memerlukan rencana terlebih dahulu, demikian juga untuk memenangkan jiwa bagi Yesus. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Rencana itu dapat menimbulkan keyakinan dan menghasilkan keberanian.
Dengan rencana ini anda dapat mengetahui adanya tantangan dan tanggapan dari orang yang anda hadapi.
Anda dibebaskan dari perasaan tertekan memikirkan gerak-gerik tubuh, sehingga dengan bebas anda dapat memusatkan pikiran pada orang yang dilayani dan pada kehadiran Tuhan.
Anda dapat memimpin percakapan itu.
Rencana itu mengatur supaya anda tetap pada sasaran dan bekerja dengan teratur sehingga orang yang dilayani itu menerima keselamatannya
Rencana ini memberi kesempatan bagi anda untuk memikirkan jawaban-jawaban dan tanggapan-tanggapannya dengan bebas serta mengetahui pendapat orang yang dilayaniitu. Anda tidak akan bingung mengenai apa yang harus anda katakan berikutnya.
Anda tidak memerlukan banyak ayat Alkitab ataupun bantuan lainnya
Dengan rencana ini anda dapat segera membawa orang yang dilayani pada suatu keputusan.
Dengan rencana ini anda sendir tidak akan menjadi bingung.
Dengan rencana ini orang yang dilayani itu dapat mempercayai anda, karena anda sendiri menunjukkan kepercayaan yang teguh.
Dengan rencana ini anda tidak perlu kuatir tentang:”Bagaimana anda menjelaskan tentang Kristus dan Keselamatan itu?”
Anda akan senantiasa siap sedia setiap saat bila Roh Kudus membukakan kesempatan bagi anda untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan Yesus.
Anda Memerlukan Alat
Sebuah Kitab Perjanjian Baru ukuran saku
Mengapa kitab Perjanjian Baru ukuran saku?
Untuk mempermudah anda dalam penyimpanan dan dapat dibawa kemana-mana, serta berikan tanda-tanda pada Perjanjian Baru anda agar anda dapat dengan cepat menemukan ayat -ayat yang anda butuhkan, sebab terlambat sedikit saja iblis dapat mengambil kesempatan karena anda terlalu lama mencari ayat-ayat tersebut, sehingga menyimpang dari sasaran.
Bacaan rohani yang diperlukan bagi orang yang baru percaya.
Semoga anda terbeban untuk memenangkan Jiwa bagi Tuhan kita Yesus Kristus, karena kita harus melakukannya sebab itu merupakan kesenangan bagi Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga tidak hanya kita yang mendapatkan Kehidupan Yang Kekal di dalam Yesus Kristus, melainkan semua orang.

Salam Sejahtera di dalam Tuhan Yesus Kritus Amin.

Iman Yang Menyelamatkan.

komunitasalkitab

“Inilah kehendak Allah: Pengudusanmu…” (1 Tesalonika 4:3).

PENGUDUSAN (sanctification), seperti dikatakan dalam ayat diatas, bukan soal apakah Allah bersedia untuk menguduskan saya, akan tetapi apakah saya bersedia (dikuduskan)?

Apakah saya bersedia untuk membiarkan Allah melakukan di dalam diri saya semua yang telah dimungkinkan oleh Penebusan Salib Yesus?

Apakah saya bersedia membiarkan Yesus menguduskan saya, dan untuk membiarkan kehidupan Yesus menjadi nyata dalam tubuh saya yang fana? (lih. 1 Korintus 1:30).

Hati-hati mengatakan, “Oh, saya rindu untuk dikuduskan.” Tidak, bukan itu soalnya. Kenali dan akuilah kebutuhan Anda, berhentilah sekedar merindukan dan ambillah tindakan. Terimalah Yesus Kristus menjadi pengudusan bagi Anda dengan iman yang penuh dan tidak bimbang, maka mujizat agung penebusan Yesus akan menjadi nyata di dalam Anda.

Semua yang telah dimungkinkan oleh Yesus menjadi milik saya melalui karunia Allah yang bebas dan penuh kasih, atas dasar pengorbanan Kristus di Kayu Salib.

Dan sikap saya sebagai jiwa yang diselamatkan dan disucikan…

View original post 164 more words

Iman Yang Menyelamatkan.

“Inilah kehendak Allah: Pengudusanmu…” (1 Tesalonika 4:3).

PENGUDUSAN (sanctification), seperti dikatakan dalam ayat diatas, bukan soal apakah Allah bersedia untuk menguduskan saya, akan tetapi apakah saya bersedia (dikuduskan)?

Apakah saya bersedia untuk membiarkan Allah melakukan di dalam diri saya semua yang telah dimungkinkan oleh Penebusan Salib Yesus?

Apakah saya bersedia membiarkan Yesus menguduskan saya, dan untuk membiarkan kehidupan Yesus menjadi nyata dalam tubuh saya yang fana? (lih. 1 Korintus 1:30).

Hati-hati mengatakan, “Oh, saya rindu untuk dikuduskan.” Tidak, bukan itu soalnya. Kenali dan akuilah kebutuhan Anda, berhentilah sekedar merindukan dan ambillah tindakan. Terimalah Yesus Kristus menjadi pengudusan bagi Anda dengan iman yang penuh dan tidak bimbang, maka mujizat agung penebusan Yesus akan menjadi nyata di dalam Anda.

Semua yang telah dimungkinkan oleh Yesus menjadi milik saya melalui karunia Allah yang bebas dan penuh kasih, atas dasar pengorbanan Kristus di Kayu Salib.

Dan sikap saya sebagai jiwa yang diselamatkan dan disucikan ialah sikap kekudusan dengan kerendahan hati yang mendalam (tidak ada kekudusan yang memegahkan diri). Ini adalah kekudusan yang didasarkan pada pertobatan dengan rasa penyesalan yang dalam, dan rasa malu yang tak terungkapkan, dan juga berdasarkan pada kesadaran penuh takjub akan kasih Allah yang ditunjukkan kepada saya ketika saya tak menghiraukan Dia (lih. Roma 5:8).

Dia menyelesaikan segalanya untuk keselamatan dan pengudusan saya. Tidak heran Paulus mengatakan tidak ada apapun yang “akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:39).

Pengudusan membuat saya menyatu dengan Yesus Kristus, dan di dalam Dia menyatukan saya dengan Allah, dan hal itu terjadi hanya melalui Penebusan Kristus yang ajaib dan luar biasa.

Jangan sekalikali keliru antara akibat dan sebab. Akibatnya dalam diri saya adalah ketaatan, pelayanan dan doa, dan hal itu adalah hasil dari rasa syukur yang tidak terungkapkan dan pengaguman atas pengudusan ajaib yang telah diwujudkan didalam saya karena Penebusan melalui Salib Kristus.

Alkitab satu tahun: Jesaya 59-61; 2 Tesalonika 3

Saat Teduh

Doa dan Renunganku

20130502-041531.jpg

Mazmur 5:4
Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu.

Pesan :
Waktu pagi biasanya waktu yang sangat nikmat untuk melanjutkan lelap tidur kita, namun dalam Mazmur 5:4 dikatakan bahwa Daud mengatur persembahannya untuk Tuhan pada waktu pagi.

Luar biasa sekali Daud. Di saat kebanyakan orang masih terlelap, pagi-pagi Daud sudah bangun, melawan dinginnya pagi untuk mencari Tuhan dan memberikan persembahan bagiNya.
Persembahan Daud berbicara tentang suatu korban hidup, yaitu hidup Daud sendiri sebagai persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Korban identik dengan sesuatu yang menyakitkan.

Jika kita ingin memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan seperti yang telah dilakukan oleh Daud, maka kita harus berani berkorban. Apa yang kita korbankan itu mungkin rasa tidak nyaman, karena kita harus mengorbankan waktu tidur kita. Tetapi, Yesus sendiri telah memberikan teladan bagi kita, dikatakan pagi-pagi benar, pada waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi…

View original post 487 more words

CICILAN PERTAMA

SANG SABDA

CICILAN PERTAMA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Ignatius dr Antiokhia, Uskup & Martir – Jumat, 17 Oktober 2014)

ST. PAULUS - 016Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam dialah kami diberi warisan – kita yang dari semula sudah dipilih-Nya sesuai dengan maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya – supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. (Ef 1:11-14)

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9; Bacaan Injil: Luk 12:1-7

Bayangkanlah peristiwa berikut ini. Anda baru saja mendapat surat dari sebuah kantor pengacara terkenal di Jakarta. Dalam surat itu diinformasikan bahwa paman anda dengan siapa anda sudah…

View original post 512 more words

Kunci Bagi Pekerjaan Tuhan Yang Lebih Besar

Mengubah Manusia.
Ketika kita mengerti isi dan maksud keselamatan yang benar sesuai dengan Injil yang Tuhan Yesus ajarkan, maka pelayanan akan terasa begitu berat.

Pelayanan gereja pada dasarnya berorientasi pada usaha mengubah manusia menjadi manusia lain yang berbeda dengan manusia di sekitarnya. Orang percaya harus membangun suatu masyarakat baru. Masyarakat baru ini walau berada di tempat yang berbeda dengan berbagai kegiatan yang berbeda pula, tetapi mereka memiliki kesamaan cara berpikir dan tujuan hidup.

Cara berpikirnya adalah cara berpikir anak-anak Allah dan tujuan hidupnya hanyalah Tuhan dan Kerajaan-Nya.

Masyarakat baru ini adalah sebuah entitas yang baru dalam kehidupan di bumi. Sebenarnya inilah yang disebut gereja yang tidak kelihatan. Masyarakat baru ini juga dapat disebut sebagai anggota keluarga Kerajaan. Gereja yang tidak kelihatan ini meliputi semua orang yang percaya yang memenuhi kualifikasi sebagai anggota keluarga kerajaan di segala tempat dan di sepanjang zaman.

Walaupun seseorang berada pada salah satu komunitas denominasi gereja, tetapi belum tentu ia terhisap sebagai anggota masyarakat baru ini. Orang-orang yang terhisap dalam keanggotaan gereja yang kelihatan (secara organisasi) belum tentu termasuk anggota gereja yang tidak kelihatan. Apalagi kalau pimpinan gerejanya sendiri belum termasuk anggota keluarga Kerajaan, maka sebagian besar anggota jemaatnya bukanlah anggota keluarga Kerajaan.

Hal ini bisa terjadi kalau pimpinan gereja masih mengasihi dunia dan memiliki cara wajar hidup manusia pada umumnya. Dalam hal ini betapa berat pertaruhan seorang pemimpin jemaat. Ia harus terlebih dahulu benar-benar rohani dan menjadi anggota keluarga kerajaan, barulah kemudian pengikut atau jemaatnya mengikuti jejaknya.

Untuk menjadi anggota keluarga kerajaan seseorang harus memiliki kehidupan yang memenuhi kriteria khusus. Dari Kolose pasal 1 dapat kita peroleh ciri-ciri dari kehidupan orang yang layak menjadi anggota kerajaan.

Orang yang layak menjadi anggota keluarga kerajaan adalah orang hidup dalam pengharapan sebagai anggota keluarga kerajaan (Kol. 1:4-5).

Kedua, orang yang melakukan kehendak Allah dengan sempurna terus bertekun di dalamnya (Kol. 1:10-11,21-23). Pada akhirnya orang-orang seperti ini akan menjadi saksi yang benar dan menuntun orang lain menjadi anggota keluarga kerajaan pula.

(Truth-media) Amin Tuhan Yesus Memberkati Aola Gracia Shalom.

Renungan Harian My Utmost for His Highest

mu141017Doa tidak memperlengkapi kita untuk pekerjaan yang lebih besar; doa adalah pekerjaan yang lebih besar. Di mana pun Allah menaruh Anda dan apapun situasi yang Anda hadapi, Anda harus berdoa. Bukan hanya ketika keinginan berdoa berkobar dalam batin Anda. Selengkapnya >>

View original post