Dikembalikan Keterangan Yang Idial

Pada jaman Perjanjian Lama, sukacita dan kegembiraan hidup manusia pada umumnya bertumpu pada pemenuhan kebutuhan jasmani, seperti hasil panen baik dengan berlimpah, menang atas musuh, tidak terkena epidemi penyakit, memiliki kerajaan yang jaya dan lain sebagainya yang berorientasi pada hal-hal duniawi.

Itulah sebabnya bila Perjanjian Lama berbicara mengenai berkat maka hal ini pada umumnya menunjuk pada pemenuhan kebutuhan jasmani semata-mata.

Jadi, walau pun manusia telah jatuh dalam dosa tetapi manusia pada umumnya masih bisa memiliki kegembiraan yang ditopang oleh fasilitas dunia ini, tetapi mereka tidak bisa memiliki damai sejahtera di dalam Tuhan seperti umat Perjanjian Baru.

Berbeda dengan jaman anugerah.

Masuk jaman Perjanjian Baru tumpuan atau landasan sukacita dan kegembiraan hidup berbeda. Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm. 14:17). Damai sejahtera yang dimaksud ayat ini sama dengan damai sejahtera yang diberikan oleh Tuhan Yesus yang berbeda dengan dunia ini (Yoh. 14:27). Paulus mengatakannya sebagai damai sejahtera yang melampaui segala akal (Flp. 4:7).

Bila Perjanjian Baru berbicara mengenai berkat maka hal ini pada umumnya lebih menunjuk pada keselamatan, yaitu bagaimana seseorang dijadikan sempurna. Orientasi berpikir orang percaya adalah langit baru dan bumi baru, sementara masih hidup dan tinggal di bumi, maka segenap hidupnya harus diarahkan untuk proses penyempurnaan dan pelayanan bagi pekerjaan Tuhan.

Tujuan hidup orang percaya hanyalah langit baru dan bumi yang baru dimana Tuhan Yesus sudah menunggu kita semua. Sementara masih di bumi ini orang percaya bisa menikmati damai sejahtera Tuhan yang tidak ditopang oleh fasilitas dunia.

Sesungguhnya terang yang mengandung dua elemen yaitu mengenal Tuhan dan melakukan keinginan-Nya (bukan sekedar melakukan hukum) dan sukacita damai sejahtera di dalam Tuhan, telah hilang. Hidup dalam terang yang ideal tidak lagi dimiliki manusia sejak manusia jatuh ke dalam dosa.

Manusia tidak lagi mampu mengenal Tuhan dengan baik dan tidak mampu melakukan kehendak-Nya dan manusia tidak memiliki damai sejahtera Allah yang ideal.

Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus hendak mengembalikan manusia kepada keadaan sesuai rancangan semula yaitu bisa melakukan kehendak Tuhan dan menikmati damai sejahtera-Nya.
Amin Tuhan Yesus Memberkati Sola Gracia Σηαλομ שאלום شلام. By the truth-media.com

IMG_2702.JPG

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s