Dapat Menolak.

Dapat Menolak.

Dalam 1 Korintus 10:11-12, jelas dikatakan bahwa sejarah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan menjadi contoh bagi kita yang hidup pada jaman akhir ini.

Kata contoh dalam teks aslinya adalah tupos (τύπος) yang artinya juga pola (pattern). Jadi, sangatlah keliru kalau orang berpikir bahwa seorang Kristen tidak mungkin bisa gagal dalam pengiringannya kepada Tuhan Yesus.

Semua yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel menjadi pola atau tatanan yang tetap (pattern). Kegagalan adalah bagian dari realitas kehidupan ini. Itulah sebabnya Tuhan berkali-kali mengatakan agar kita tetap setia sampai akhir. Dalam Matius 23: 37 tertulis: Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Dari pernyataan tersebut jelas sekali bahwa Tuhan sudah berusaha untuk menyelamatkan bangsa itu tetapi mereka tidak mau, bukan karena Tuhan yang mengeraskan hati mereka atau membuat mereka tidak bisa menolak anugerah.

Dalam hal ini, tidak mungkin Tuhan bersandiwara, sementara Ia kelihatannya menyelamatkan bangsa Israel tetapi diam-diam sisi lain Ia mengeraskan hati mereka agar tidak bisa menerima anugerah. Fakta yang tidak bisa dibantah (seperti telah dijelaskan) bahwa bangsa itu bisa menolak anugerah Tuhan dengan sengaja dan sadar. Dalam hal ini kita tidak bermaksud melecehkan kemahakuasaan Allah atau kedaulatan-Nya, seakan-akan Tuhan tidak berdaya mengatasi keras kepalanya bangsa Israel.

Dengan hormat kita mengakui bahwa kedaulatan Tuhan, tetapi kita juga mengakui bahwa Tuhan berdaulat memberi manusia kehendak untuk menentukan keadaannya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk meresponi tindakan Pencipta-Nya dalam menyediakan anugerah, tetapi manusia bisa menolak atau menerima anugerah tersebut.

Walaupun sebagian mereka adalah umat pilihan karena nenek moyang mereka kekasih Allah, tetapi karena mereka menolak Injil, maka mereka berstatus sebagai seteru (musuh) Allah. Bagaimana ini bisa terjadi? Ya walaupun Allah memilih mereka sebagai umat pilihan anak keturunan Abraham, tetapi kalau mereka menolak Tuhan Yesus Kristus, maka mereka pun ditolak Allah.

Satu pihak Allah memilih, tetapi pihak lain mereka menolak untuk dipilih menjadi umat pilihan Perjanjian Baru, maka mereka pun binasa.
Amin Tuhan Yesus Memberkati Sola Gracia.

IMG_2085-1.PNG

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s