Menjadi Asing Bgi Yang Lain

Menjadi Asing Bagi Yang Lain

Baca: Mazmur 90-95

MInd Map Menjadi Asing bagi Yg Lain
Ternyata tidak mudah untuk dapat memiliki iman seperti yang dimaksud dalam Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Kata dasar dalam teks aslinya adalah hupotasisi yang berarti substance (hakekat atau inti pokok) yang diharapkan. Dan bukti elegkhos (Yun. ἔλεγχος) dari segala sesuatu yang tidak dilihat. Pertanyaannya sederhana, sudahkan kita menemukan hakekat iman itu atau inti pokok pengikutan kepada Tuhan Yesus? Dan apakah kita sudah “melihat” apa yang seharusnya dilihat dengan mata iman. Ibrani 11:2-5 menunjukkan sikap hidup orang-orang yang beriman.

Juga tokoh-tokoh iman Perjanjian Lama, dari Habel, Henoch, Nuh, Abraham sampai Rahab (pelacur yang menyelamatkan mata-mata bangsa Israel). Orang-orang yang memiliki iman ini melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada jamannya. Bisa dikatakan mereka bukan seperti orang kebanyakan (ordinary people). Kalau pernyataan ini muncul berarti memang orang beriman memiliki keadaan yang berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka memiliki ketaatan yang luar biasa kepada Allah yang membuat mereka menjadi “asing” bagi manusia pada jamannya.

Masing-masing tokoh iman memiliki pergumulan sendiri yang luar biasa. Habel menghadapi Kain, tetapi Habel tidak meniru sikap Kain. Henoch hidup di tengah-tengah manusia yang jahat, tetapi ia bergaul dengan Allah.Nuh harus membuat bahtera yang sangat besar bagi ukuran manusia pada jaman itu. Abraham meninggalkan Urkasdim dan tidak pernah mau kembali ke negeri itu, walau harus menghadapi kelaparan dan berbagai kesulitan hidup. Ia tetap dalam integritasnya menaati apa yang diperintahkan oleh Tuhan.

Bahkan harus mengorbankan anak kandungnya sebagai korban bakaran. Orang-orang ini sudah menemukan ”substance” atau hakekat iman dalam kehidupan ini, yaitu melakukan kehendak Allah bagaimana pun aneh, sulit dan sukarnya perintah tersebut untuk dilakukan. Hal ini juga dialami oleh pengikut Tuhan Yesus pada gereja mula-mula yang tertulis di dalam Alkitab. Ternyata memang ketaatan total kepada Tuhan akan melahirkan manusia-manusia yang luar biasa, tetapi juga menjadi asing bagi manusia pada jamannya tersebut. T

erlebih lagi pada jaman kita hari ini. Dunia sudah semakin fasik, materialistis dan individualistis (egois) dan jauh dari kebenaran. Kalau seseorang mengenakan kehidupan Tuhan Yesus, maka akan nampak sangat berbeda pola hidupnya dibanding dengan pola hidup manusia pada jaman sekarang ini. Untuk ini setiap orang harus menemukan kehendak atau perintah Tuhan tersebut dalam hidupnya secara pribadi. Orang-orang yang memiliki iman yang benar melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada jamannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s