Standar Yang Dikenakan

Standar yang Dikenakan. Baca: Ayub 11-13. Sebenarnya tidak mudah menjadi anak dari suatu keluarga yang memiliki kualitas tinggi, baik dari segi kesantunan hidup, pendidikan, kekayaan, derajat dan status sosial. Semakin tinggi kualitas orang tua, maka semakin tinggi pula tuntutan yang diberikan kepada anak-anak dalam keluarga tersebut. Anak tidak memiliki kesantunan yang tinggi tidak pernah menjadi anak yang menyukakan hati orang tua yang memiliki standar kesantunan yang tinggi. Pada keluarga yang orang tuanya berpendidikan tinggi, maka anak yang hanya lulus sekolah menengah umum belum memuaskan hati orang tua. Orang tua menuntut anaknya menjadi mahasiswa, paling tidak bisa mencapi gelar strata satu. Orang tua yang memiliki perusahaan multi nasional dengan omset ratusan milyard rupiah sampai trilyun rupiah, tidak akan merasa puas kalau anaknya bisnis hanya dengan omset belasan juta rupiah. Demikian pula untuk menjadi anak-anak yang baik seperti yang diinginkan oleh Allah Bapa, sejatinya bukan sesuatu yang mudah sebab Allah Bapa berkualitas sangat tinggi memiliki standar yang tinggi pula yang dikenakan bagi anak-anak-Nya. Ia menghendaki agar anak-anak-Nya memiliki kekudusan seperti diri-Nya (1Ptr. 1:16; Mat. 5:48). Tuntutan tersebut tidak boleh dikurangi nilainya. Tuntutan tersebut adalah sesuatu yang mutlak. Orang percaya harus menerima ini bukan sebagai tekanan tetapi sebagai tantangan yang berharga. Sungguh, tidak mudah untuk menjadi anak yang baik bagi Allah Bapa di Sorga. Ada tiga hal kesulitannya: Pertama, pada kenyataan Allah Bapa tidak kelihatan. Berurusan dengan “yang tidak kelihatan” bukan sesuatu yang mudah. Harus berusaha untuk memiliki pergaulan pribadi yang konkrit. Dalam hal ini dibutuhkan perjuangan yang panjang, serius dan penuh pengorbanan. Kedua, dunia sekitar telah terlanjur memberi pengaruh fasik. Mudah untuk menjadi rusak sebab dunia sekitar memang sudah rusak dan memberi pengaruh yang sangat kuat. Tetapi untuk menjadi baik adalah pilihan dan perjuangan. Untuk menjadi baik saja perjuangan apalagi untuk menjadi sempurna seperti Allah Bapa. Ketiga, kita dilahirkan oleh orang tua yang mewariskan kodrat dosa. Keinginan dosa sudah mengalir dalam diri kita. Inilah yang membuat manusia tidak mampu mencapai standar kesucian Allah tanpa fasilitas keselamatan yang disediakan oleh Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tidak mudah dicapai bukan berarti tidak bisa dicapai. Kalau seseorang memperjuangkannya maka akhirnya akan bisa dicapai juga, yaitu menjadi anak-anak Allah seperti yang Allah Bapa inginkan. Untuk ini harus sungguh-sungguh mempersoalkan apakah kita sudah menjadi anak-anak seperti yang diinginkan oleh Bapa. Allah Bapa memiliki standar yang dikenakan bagi anak-anak-Nya, menghendaki agar anak-anak-Nya memiliki kekudusan seperti diri-Nya. Good night all, Jesus Love You Always שאלום••

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s